PERENCANAAN / PANDUAN PRAKTIS

Berapa penjualan agar tidak rugi?

Kenali titik impas bulanan dan bedakan dengan waktu balik modal awal.

Titik impas membantu membaca asumsi biaya, bukan memastikan permintaan pasar.

1. Pisahkan biaya tetap dan variabel

Biaya tetap adalah biaya periode yang tidak berubah hanya karena satu unit tambahan terjual, misalnya sewa bulanan dalam kapasitas yang sama. Biaya variabel mengikuti jumlah unit, seperti bahan dan kemasan. Dalam praktik, biaya bisa berubah bertahap saat kapasitas naik; simulator ini menyederhanakannya menjadi tetap.

2. Cari kontribusi dari satu penjualan

Kontribusi per unit = harga jual − biaya variabel per unit. Pada ilustrasi minuman berharga Rp15.000 dengan biaya variabel Rp8.000, kontribusinya Rp7.000. Kontribusi ini dipakai untuk menutup biaya tetap sebelum menghasilkan laba simulasi.

3. Bagi biaya tetap dengan kontribusi

Jika biaya tetap Rp900.000 per bulan, titik impas adalah Rp900.000 ÷ Rp7.000 = 128,57 unit. Karena unit dijual utuh, bulatkan ke atas menjadi 129 unit. Pada 128 unit, masih rugi Rp4.000; pada 129 unit, selisihnya positif Rp3.000, sebelum biaya lain yang belum diisi.

4. Titik impas berbeda dari balik modal

BEP bulanan menunjukkan volume untuk menutup biaya bulan tersebut. Angka ini tidak menunjukkan kapan uang pembelian peralatan awal kembali. Model juga tidak membuktikan Anda mampu menjual 129 unit. Uji volume lebih rendah dan lebih tinggi, lalu bandingkan dengan kapasitas dan permintaan yang benar-benar Anda temukan.

Materi ini bersifat edukasi dasar, bukan nasihat perpajakan, investasi, atau jaminan keuntungan. Seluruh contoh angka adalah ilustrasi.

Lanjutkan belajar.

Semua panduan →