Margin memakai harga jual sebagai pembagi; markup memakai biaya.
1. Mulai dari selisih harga dan biaya
Misalkan biaya satu produk Rp20.000 dan harga jualnya Rp25.000. Selisihnya Rp5.000. Selisih ini belum otomatis menjadi laba bersih usaha jika masih ada biaya lain yang belum dimasukkan.
2. Margin melihat bagian dari harga jual
Margin = selisih ÷ harga jual × 100%. Pada contoh tersebut, Rp5.000 ÷ Rp25.000 = 20%. Jika Anda menetapkan target margin, harga jual = biaya ÷ (1 − target margin). Target margin dalam rumus ini harus kurang dari 100%.
3. Markup melihat tambahan dari biaya
Markup = selisih ÷ biaya × 100%. Pada contoh yang sama, Rp5.000 ÷ Rp20.000 = 25%. Sebaliknya, jika markup yang dipilih 20%, harga jualnya Rp20.000 × 1,2 = Rp24.000. Margin efektifnya sekitar 16,67%.
4. Gunakan istilah yang konsisten
Saat mencatat target atau membahas harga dengan rekan usaha, tulis apakah angka itu margin atau markup. Jangan sekadar menulis “untung 20%”. Persentase yang jelas memudahkan evaluasi dan menghindari harga yang berbeda dari maksud awal.
Materi ini bersifat edukasi dasar, bukan nasihat perpajakan, investasi, atau jaminan keuntungan. Seluruh contoh angka adalah ilustrasi.